Hijab dan keseimbangan

 


Oleh : Yusril


Pakaian hijab atau cadar bukanlah hal yang dijamin mampu menjaga seorang perempuan, fakta bahwa pelecahan terhadap perempuan bercadar nyata adanya. Atas dasar ini, pakaian tertutup (cadar) tidaklah menjamin keamanan, selagi laki2 masih memandang itu dengan kacamata hasrat. 


Olehnya itu, Persepsi adalah hal yang sangat fundamental untuk menjawab tantangan ini. Sebab tindakan kita bergantung pada bagaimana persepsi memandang. Olehnya itu dalam konteks ini perlulah dibangun kesadaran kosmik antara laki-laki dan perempuan dalam memandang cadar itu seperti apa dan bagaimana, agar persepsi tidak cenderung dalam khayalan-khayalan yang melibatkan hasrat. 


Selain itu perempuan sebagai subyek haruslah memahami pakaian itu seperti apa dan bagaimana agar tidak terjebak pada emosionalitas dan dogma. menjadikan hijrah sebagai dalil yang dipandang mulia pada faktanya justru bertolak belakang dengan niat yang notabenenya hanyalah mengikuti trenisasi atau malah justru agar dianggap lebih indah atau diniatkan agar terlihat lebih cantik. 


Adalah hal yang telah cukup menjadi dalil untuk mengatakan bahwa cadar bukanlah hal yang dianggap mampu dalam menjaga atau melindungi dari hal-hal yang membahayakan bagi perempuan selagi itu tidak diikat dengan basis filosofis (landasan akal) yang utuh tentang cadar yang bukan hanya berlaku bagi perempuan namun juga laki" sebagai 2 eksistensi yang saling berelasi.


(Bukan hanya perempuan yang perlu paham tentang cadar/hijab, akan tetapi pun laki2 harus ikut tau, bagaimana mungkin keseimbangan itu bisa terjadi ketika kita hendak memisahkan pengetahuan dalam bentuk kategori" (mengkhususkan pengetahuan tertentu pada orang tertentu).

Bagaimana mungkin 2 eksistensi yg berbeda mampu berlaku adil jikalau ke-duanya tidak saling mengenal/ memahami masing-masing sebagaimana adanya sebagai basis untuk memperlakukannya sebagaimana mestinya).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arti Cinta Menurut Ibnu Arabi

Stoikisme dalam Kehidupan Sehari-hari: Menemukan Ketenangan dan Ketahanan Diri

Kegelisahan Manusia Modern dan Cara Menghadapinya